Tehnik pembuangan limbah cair
Dalam prosedur pombuangan limbah cair memiliki lima tahapan,
Penyaluran
Pengumpulan
Pengolahan
Pembuangan lumpur
Disposal
Di dalam aplikasi diatas akan dijelaskan satu-persatu sebgai berikut
1. Didalam system penyaluran dan pengumpulan
berdasarkan asalnya, ada tiga yaitu.
a. System terpisah (sparate system)
b. System tercampur (combinen system)
c. System kombinasi (pseudo combinen system interceptor)
• System terpisah (sparate system) digunakan jika:
- Periode hujan lama.
- Kuantitas air hujan dan air limbah berbeda mencolok
- Akan dilakukan perbedaan perlakuan akibat perbedaan air hujan dan air limbah.
- Perbedaan antara panjang hujan berbeda secara fluktuasi
Keuntungan dari system ini adalah
*Dimensi saluran kecil
*Bahaya kesehatan dari system ini terkurangi
*IPAL yang dibanguan tidak diperluykan beban tambahan.
*Pembilasan mudah
Kerugian dari system ini
*Biaya pembanguanan besar
*Biaya perawatanyapun tinggi
• System tercampur (combinen system) digunakan jika:
- Debit air limbah kecil
- Debit tidak beda mencolok
- Fluktuasi air hujan kecil
Keuntungan
*Saluran yang digunakan cukup Satu
*Terjadi dilution (pengenceran)
Kerugian
Perlu instalasi tambahan jik curah hujan besar akibatnya diperlukan areal yang luas.
• System kombinasi (pseudo combinen system interceptor)
Digunakan jika keadaan limbah:
*perbedaan tinggi antara air hujan dan air limbah.
*dalam kota ada sungai untuk buang air hujan
*Periode antara musim hujan dan musim kemarau lama.
Keuntungan
*Operasionalnya murah
*Kerugian investasi besar dan pengoperasian tidak ruatin
*Perlu interceptor untuk meisahakan atau mengombinasiakan aliran limbah cair.
Berdasarkan cara pengalirannya limbaha cair terdiri dari
1. Graviasi
2. Pompa
3. Kombinasi pompa
4.
Rabu, 25 November 2009
SANITASI KEDARURATAN BENCANA BANJIR
I. MASALAH SANITASI POTENSIAL
A. Saat terjadinya banjir
1. Air Bersih.
• Tidak tersedia air bersih
• Sumber air tercemar
• Sarana rusak
2. Sampah
• Tidak adnya sarana penampungan
• Pengelolaan sampah tidak dilaksanakan
• Proses pembusukan terjadi setelah melampaui dua hari, bau dan cairan leacet dan lalat muncul.
• Sampah dari luar/ sungai masuk kedalam rumah
3. Limbah:
• Saluran air limbah tidak berfungsi
• Masuknya limbah berbahaya kedalam rumah
• Sarana pembuangan kotoran manusia terbatas atau tidak berfungsi
4. Lingkungan fisik
• Sarana sanitasi lingkungan rusak/ tidak berfungsi
• Lumpur masuk kedalam rumah
• Kelembaban tinggi
• Suhu rendah
5. Makanan dan minuman
• Makanan masak yang diterima tidak terpantau alamat yang memberi dan cara
penyelenggaraannya
• Lamaya waktu dari saat makanan masak sampai dikonsumsi.
• Tempat penyimpanan makanan mentah tidak cukup aman
6. Vektor penyakit dan binatang pengganggu
• Lalat, tikus, binatang berbisa, masuk ke rumah/ pemukiman
• Tidak tersedia bahan dan alat pemusnah
7. Kecelakaan
• Tenggelam/ hanyut
• Cedera ringan dan berat
• Terkena aliran listrik
• Kedinginan
B.Pasca Banjir
1.Air Bersih
• Rusaknya sarana sumber, distribusi, penampungan
• Air yang ada tercemar baik dari fisik , kimia, bakteriologis terutama untuk daerah yang terdapat industri, rumah sakit berpotensi tercemar limbah bahan berbahaya
dan beracun.
2. Sampah
• Berserakan tidak tertampung secara tertutup
• Tidak terangkut segera kepembuangan akhir
• Terjadi proses pembusukan
• Bercampur dengan Lumpur
• Terdapat bangkai binatang
3. Limbah
• Saluran air limbah tersumbat
• Sarana rusak fisik atau tidak berfungsi
4. Lingkungan fisik
• Dinding, lantai dan alat rumah tangga lembab
• Kerusakan bangunan
5. Makanan dan minuman
• Bahan makanan yang tersedia sudah rusak karena tersimpan lama ditempat yang tidak baik
• Pengolahan makanan pada lokasi di saat belum dilakukan pembersihan bekas banjir memperbesar kemungkinan terjaadinya pencemaran pada proses penyelenggaraan makanan.
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Populasi lalat, nyamuk , kecoak dan tikus meningkat
7. Kecelakaan
• Terjatuh karena kondisi lingkungan yang belum teratur kembali
II. KESIAGAAN DI DAERAH BANJIR
1. Air Bersih
• Tersedianya sarana pengolahan air bersih sederhana dengan bentuk kecil dengan kemampuanyang cukup besar untuk mengolah air ditempat pengungsian
• Tersedianya SDM disetiap tempat pengungsian yang mampu mengoperasikan sarana pengolahan air sederhana.
• Tersedianya kantong kantong untuk supply air minum yang dapat dilipat dan dimanfaatkan berulang.
• Tersedianya bahan desinfeksi air.
2. Sampah
• Tersedianya kantong kantong plastik untuk sampah dan karung untuk menampung Lumpur
• Tersedianya SDM yang mempunyai kemampun mengelola sampah minimal di setiap kelurahan dengan pendekatan memanfaatkan sampah semaksimal mungkin di lingkungan setempat.
3. Limbah
• Tersedianya sarana penampungan limbah dan exceta manusia sementara dengan bahan kimiadan bakteri untuk mempercepat dann mengefisienkan proses pembusukan
• Mengutamakan pengamanan limbah B3 yang belum sempat terolah yang ada di daerah banjir.
• Pencegahan masuknya Lumpur kedalam rumah atau mengurangi kemungkinannya denganpenutupancelah celah pintu dengan keset atau kain kain yang tidak terpakai.
4. Lingkungan fisik
• Tersedianya alat pemanas ruangan sederhana dengan bahan bakar non listrik batrei, batu bara atau batok kelapa untuk mengurangi dingin dan kelembaban
5. Makanan
• Tersedianya SDM yang terlatih untuk penyelenggaraan makanan darurat yang saniter.
• Tersedianya alat transportasi yang dapat cepat dan aman untuk membawa makanan ketempat lokasi.
• Adanya pencatatan Tempat Orang dan waktu pengiriman , penerimaan dan dikonsumsinya makanan.
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Tersedianya bahan dan alat pembunuh vector dan binatang pengganggu
• Adanya kesiagaan masyarakat akan bahaya dan penyakit yang muncul yang berhubungan dengan serangga dan binatang pengganggu.
7. Kecelakaan :
• Tersedianya bahan dan alat serta SDM Pertolongan pertama pada kecelakaan
III. TINDAKAN
A. Saat Banjir
1. Air Bersih
• Suply alat dan bahan pengolahan air sederhana
• Pengamanan penyelenggaraan supply air minum dari sumber hingga saat
dikonsumsinya
2.Sampah
• Pengumpulan sampah dalam kantong kantong dan disediakan tempat untuk
penampungannya .
• Suply kantong sampah
• Suply bahan untuk mengurangi bau dan mempercepat proses dekomposisi bila
banjir lebih dari dua hari
3.Limbah
Suply sarana penampungan limbah dan tinja darurat
4.Lingkungan fisik
Suply alat pemanas
Memfungsikan alat ventilasi dan pencahayaan serta ventilaasi alam
5.Makanan Minuman
• Penyelenggaraan pencatatan tempat orang dan waktu pengolahan, penerimaan dan konsumsi makanan jadi serta makanan mentah yang diterima
• Pengamanan proses penyelenggaraan makanan di tempat pengungsian
6.Vektor dan binatang pengganggu
• Pencegahan dan mencermati kemungkinan terdapatnya vector dan binatang
pengganggu
• Membasmi vector yang ada.
7. Kecelakaan
• Pertolongan Pertama pada kecelakaan yang terjadi dan mengupayakan pertolongan lebih lanjut.
B. Pasca Banjir
1. Air Bersih
• Desinfeksi sumber air bersih
• Pemeriksaan sarana distribusi dan penampungan dari kerusakan dan kemungkinan
kontaminasi
• Perbaikan /memfungsikan kembali arana sarana
2. Sampah
• Selama masih ada potensi banjir susulan sampah dan Lumpur tetap disimpan dalam
kantong dan dapat ditumpuk dimasukkan dalam bronjong sebagai penghambat banjar
• Pemanfatan sampah dan lumpur dalam upaya perbaikan lingkungan misalnya untuk
pengurukan daerah rendah atau meninggikan tanggul.
• Pemilahan sampah dalam upaya daur ulang
• Suply bahan kimia / bakteri dan teknologi sederhana untuk pengelolaan sampah
ditempat.
3. Limbah
• Pengembalian fungsi sarana pembuangan limbah dan tinja
• Suply bahan dan alat
4. Lingkungan fisik
• Penyebaran informasi tentang cara membersihkan rumah dan kebersihan diri pasca
banjir
• Suply bahan desinfeksi rumah
• Memaksimalkan terjadinya penghawaan dan ventilasi alam
• Mempercepat proses pengeringan didalam rumah terutama kamar tidur
5. Makanan Minuman
• Penekanan kembali peyelenggaraan makanan yang sehat mengingat kondisi
lingkungan yang belum pulih bahkan mungkin memburuk
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Mewaspadai terdapatnya dan peningkatan perindukan vector dan binatang
pengganggu akibat dari banjir.
• Penghapusan serangga dewasa secara masal dan serempak.
7. Kecelakaan
• Pertolongan pertama pada kecelakaan yang mungkin timbul pada saat orang
melaksanakan pemulihan lingkungan
A. Saat terjadinya banjir
1. Air Bersih.
• Tidak tersedia air bersih
• Sumber air tercemar
• Sarana rusak
2. Sampah
• Tidak adnya sarana penampungan
• Pengelolaan sampah tidak dilaksanakan
• Proses pembusukan terjadi setelah melampaui dua hari, bau dan cairan leacet dan lalat muncul.
• Sampah dari luar/ sungai masuk kedalam rumah
3. Limbah:
• Saluran air limbah tidak berfungsi
• Masuknya limbah berbahaya kedalam rumah
• Sarana pembuangan kotoran manusia terbatas atau tidak berfungsi
4. Lingkungan fisik
• Sarana sanitasi lingkungan rusak/ tidak berfungsi
• Lumpur masuk kedalam rumah
• Kelembaban tinggi
• Suhu rendah
5. Makanan dan minuman
• Makanan masak yang diterima tidak terpantau alamat yang memberi dan cara
penyelenggaraannya
• Lamaya waktu dari saat makanan masak sampai dikonsumsi.
• Tempat penyimpanan makanan mentah tidak cukup aman
6. Vektor penyakit dan binatang pengganggu
• Lalat, tikus, binatang berbisa, masuk ke rumah/ pemukiman
• Tidak tersedia bahan dan alat pemusnah
7. Kecelakaan
• Tenggelam/ hanyut
• Cedera ringan dan berat
• Terkena aliran listrik
• Kedinginan
B.Pasca Banjir
1.Air Bersih
• Rusaknya sarana sumber, distribusi, penampungan
• Air yang ada tercemar baik dari fisik , kimia, bakteriologis terutama untuk daerah yang terdapat industri, rumah sakit berpotensi tercemar limbah bahan berbahaya
dan beracun.
2. Sampah
• Berserakan tidak tertampung secara tertutup
• Tidak terangkut segera kepembuangan akhir
• Terjadi proses pembusukan
• Bercampur dengan Lumpur
• Terdapat bangkai binatang
3. Limbah
• Saluran air limbah tersumbat
• Sarana rusak fisik atau tidak berfungsi
4. Lingkungan fisik
• Dinding, lantai dan alat rumah tangga lembab
• Kerusakan bangunan
5. Makanan dan minuman
• Bahan makanan yang tersedia sudah rusak karena tersimpan lama ditempat yang tidak baik
• Pengolahan makanan pada lokasi di saat belum dilakukan pembersihan bekas banjir memperbesar kemungkinan terjaadinya pencemaran pada proses penyelenggaraan makanan.
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Populasi lalat, nyamuk , kecoak dan tikus meningkat
7. Kecelakaan
• Terjatuh karena kondisi lingkungan yang belum teratur kembali
II. KESIAGAAN DI DAERAH BANJIR
1. Air Bersih
• Tersedianya sarana pengolahan air bersih sederhana dengan bentuk kecil dengan kemampuanyang cukup besar untuk mengolah air ditempat pengungsian
• Tersedianya SDM disetiap tempat pengungsian yang mampu mengoperasikan sarana pengolahan air sederhana.
• Tersedianya kantong kantong untuk supply air minum yang dapat dilipat dan dimanfaatkan berulang.
• Tersedianya bahan desinfeksi air.
2. Sampah
• Tersedianya kantong kantong plastik untuk sampah dan karung untuk menampung Lumpur
• Tersedianya SDM yang mempunyai kemampun mengelola sampah minimal di setiap kelurahan dengan pendekatan memanfaatkan sampah semaksimal mungkin di lingkungan setempat.
3. Limbah
• Tersedianya sarana penampungan limbah dan exceta manusia sementara dengan bahan kimiadan bakteri untuk mempercepat dann mengefisienkan proses pembusukan
• Mengutamakan pengamanan limbah B3 yang belum sempat terolah yang ada di daerah banjir.
• Pencegahan masuknya Lumpur kedalam rumah atau mengurangi kemungkinannya denganpenutupancelah celah pintu dengan keset atau kain kain yang tidak terpakai.
4. Lingkungan fisik
• Tersedianya alat pemanas ruangan sederhana dengan bahan bakar non listrik batrei, batu bara atau batok kelapa untuk mengurangi dingin dan kelembaban
5. Makanan
• Tersedianya SDM yang terlatih untuk penyelenggaraan makanan darurat yang saniter.
• Tersedianya alat transportasi yang dapat cepat dan aman untuk membawa makanan ketempat lokasi.
• Adanya pencatatan Tempat Orang dan waktu pengiriman , penerimaan dan dikonsumsinya makanan.
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Tersedianya bahan dan alat pembunuh vector dan binatang pengganggu
• Adanya kesiagaan masyarakat akan bahaya dan penyakit yang muncul yang berhubungan dengan serangga dan binatang pengganggu.
7. Kecelakaan :
• Tersedianya bahan dan alat serta SDM Pertolongan pertama pada kecelakaan
III. TINDAKAN
A. Saat Banjir
1. Air Bersih
• Suply alat dan bahan pengolahan air sederhana
• Pengamanan penyelenggaraan supply air minum dari sumber hingga saat
dikonsumsinya
2.Sampah
• Pengumpulan sampah dalam kantong kantong dan disediakan tempat untuk
penampungannya .
• Suply kantong sampah
• Suply bahan untuk mengurangi bau dan mempercepat proses dekomposisi bila
banjir lebih dari dua hari
3.Limbah
Suply sarana penampungan limbah dan tinja darurat
4.Lingkungan fisik
Suply alat pemanas
Memfungsikan alat ventilasi dan pencahayaan serta ventilaasi alam
5.Makanan Minuman
• Penyelenggaraan pencatatan tempat orang dan waktu pengolahan, penerimaan dan konsumsi makanan jadi serta makanan mentah yang diterima
• Pengamanan proses penyelenggaraan makanan di tempat pengungsian
6.Vektor dan binatang pengganggu
• Pencegahan dan mencermati kemungkinan terdapatnya vector dan binatang
pengganggu
• Membasmi vector yang ada.
7. Kecelakaan
• Pertolongan Pertama pada kecelakaan yang terjadi dan mengupayakan pertolongan lebih lanjut.
B. Pasca Banjir
1. Air Bersih
• Desinfeksi sumber air bersih
• Pemeriksaan sarana distribusi dan penampungan dari kerusakan dan kemungkinan
kontaminasi
• Perbaikan /memfungsikan kembali arana sarana
2. Sampah
• Selama masih ada potensi banjir susulan sampah dan Lumpur tetap disimpan dalam
kantong dan dapat ditumpuk dimasukkan dalam bronjong sebagai penghambat banjar
• Pemanfatan sampah dan lumpur dalam upaya perbaikan lingkungan misalnya untuk
pengurukan daerah rendah atau meninggikan tanggul.
• Pemilahan sampah dalam upaya daur ulang
• Suply bahan kimia / bakteri dan teknologi sederhana untuk pengelolaan sampah
ditempat.
3. Limbah
• Pengembalian fungsi sarana pembuangan limbah dan tinja
• Suply bahan dan alat
4. Lingkungan fisik
• Penyebaran informasi tentang cara membersihkan rumah dan kebersihan diri pasca
banjir
• Suply bahan desinfeksi rumah
• Memaksimalkan terjadinya penghawaan dan ventilasi alam
• Mempercepat proses pengeringan didalam rumah terutama kamar tidur
5. Makanan Minuman
• Penekanan kembali peyelenggaraan makanan yang sehat mengingat kondisi
lingkungan yang belum pulih bahkan mungkin memburuk
6. Vektor dan binatang pengganggu
• Mewaspadai terdapatnya dan peningkatan perindukan vector dan binatang
pengganggu akibat dari banjir.
• Penghapusan serangga dewasa secara masal dan serempak.
7. Kecelakaan
• Pertolongan pertama pada kecelakaan yang mungkin timbul pada saat orang
melaksanakan pemulihan lingkungan
Penyakit Bebasis Lingkungan
SURVEILANS INFEKS NOSOKOMIAL
PENGERTIAN
PENGAMATAN TERUS MENERUS, AKTIF SISTIMATIS TERHADAP KEJADIAN DAN PENYEBARAN INFEKSI NOSOKOMIAL SERTA PERISTIWA YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL.
TUJUAN
1. MEMPEROLEH DATA DASAR YAITU TINGKAT ENDEMISITAS INFEKSI NOSOKOMIAL DI SUATU RUMAH DAKIT
2. SEBAGIAN SISTIM KEWASPADAAN DINI DALAM MENGIDENTIFIKASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
3. MEMENUHI ESTÁNDAR MUTU ASUHAN KEPERAWATAN DAN PELAYANAN MEDIS YG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI SARANA MENGIDENTIFIKASI TERJADINYA MALPRAKTEK
4. MENGUKUR DAN MENILAI KEBERHASILAN SUATU PROGRAM PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
5. MEYAKINKAN PARA KLINISI TENTANG ADANYA MASALAH YANG MEMERLUKAN PENANGGULANGAN
6. MEMENUHI ESTÁNDAR PELAYANAN RUMAH SAKIT (SEBAGAI SATU TOLOK UKUR AKRIDITASI)
JENIS SURVEILANS INFEKSI NOSOKOMIAL
1. SURVEILANS KOMPREHENSIF
2. SURVEILANS SELEKTIF
3. SURVEILANS I.N DENGAN SASARAN KHUSUS
4. SURVEILANS I.N TERBATAS DAN PERIODIK
5. SURVEILANS I.N PASCA RAWAT
PENERAPAN
1. IDENTIFIKASI I.N YG AKAN DIAMATI RUTIN MELALUI KEGIATAN SURVEILANS
- LAPORAN PERSONIL RS
- PENGALAMAN RS LAIN
- TINJAUAN LITERATUR
- MELAKUKAN KAJIAN ATAU PENGUMPULAN DATA DASAR
2. PERENCANAAN PENGUMPULAN DATA
- MENENTUKAN JENIS SURVEYLAN YG AKAN DILAKSANAKAN
- MENETAPKAN DEFINISI INFEKSI NOSOKOMIAL
- MENETAPKAN DATA SPESIFIK YG AKAN DIKUMPULKAN
- MENENTUKAN KAPAN DATA DIKUMPULKAN
- MENENTUKAN SIAPA PENGUMPUL DATA
3. PENGUMPULAN DATA
- SUMBER DATA
- LAPORAN LAB
- CATATAN/STATUS PASIEN
- KUNJUNGAN PASIEN
- LAPORAN PERSONIL RS
- IDENTIFIKASI INFEKSI NOSOKOMIAL
- DESIMINASI INFORMASI I N
- SIAPKAN BUKU PEDOMAN I.N
- SIAPKAN SEMUA FORMULIR
- LAKUKAN KUNJUNGAN RUANGAN
- CARI INDIKASI ADANYA I. N
- CATAT PADA DAFTAR ISIAN BILA ADA PENDERITA I. N
-
4. PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
PENGOLAHAN DATA
TUJUAN
MEMBERI INFORMASI YG BERGUNA BAGI STRATEGI PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
SARANA
KOMPUTER
MANUAL
PEMINDAHAN DATA KE DAFTAR TABULASI
CONTOH
RUMAH SAKIT “ XX “
RUANG : BEDAH BULAN : DESEMBER 2005
JUMLAH PASIEN KELUAR : 200 ORANG
RUANG PERAWATAN JUMLAH
LIDI ABSOLUT
ILO IIIII IIIII IIIII I 16
ISK IIIII III 8
PNEUMONIA III 3
BAKTERIEMIA 0
FLEBITIS IIII 5
LAIN-LAIN 0
TOTAL 32
MENGHITUNG BESAR MASALAH INFEKSI NOSOKOMIAL
TOTAL INSIDEN RATE = 32/200 X 100 % = 16 %
INSIDENT RATE SPESIFIK
JUMLAH ORG MENGGUNAKAN KATETER = 20 ORANG
ISK = 8/32 X 20 X 100 % = 5 %
PROPORSI INFEKSI NOSOKOMIAL MENURUT JENIS
ILO = 16/32 = 50 %
ISK = 8/32 = 25 %
PNEUMONIA = 3/32 = 0,9 %
FLEBITIS = 5/32 = 1,3 %
PENYAJIAN DATA
- TABEL
- DIAGRAM BALOK
- DIAGRAM PIE
5. ANALISIS DAN INTERPRESTASI DATA
TUJUAN :
MENDAPATKAN INFORMASI APAKAH ADA MASALAH INFEKSI NOSOKOMIAL YG MEMERLUKAN PENANGGULANGAN ATAU INVESTIGASI LEBIH LANJUT
CARANYA :
- MEMBANDINGKAN INSIDEN TIAP BULAN DAN DILIHAT TRENDNYA
- IDENTIFIKASI MASALAH DLM PELAKSANAAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
6. PEMBUATAN LAPORAN & REKOMENDASI TINDAK LANJUT
PENGERTIAN
PENGAMATAN TERUS MENERUS, AKTIF SISTIMATIS TERHADAP KEJADIAN DAN PENYEBARAN INFEKSI NOSOKOMIAL SERTA PERISTIWA YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL.
TUJUAN
1. MEMPEROLEH DATA DASAR YAITU TINGKAT ENDEMISITAS INFEKSI NOSOKOMIAL DI SUATU RUMAH DAKIT
2. SEBAGIAN SISTIM KEWASPADAAN DINI DALAM MENGIDENTIFIKASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
3. MEMENUHI ESTÁNDAR MUTU ASUHAN KEPERAWATAN DAN PELAYANAN MEDIS YG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI SARANA MENGIDENTIFIKASI TERJADINYA MALPRAKTEK
4. MENGUKUR DAN MENILAI KEBERHASILAN SUATU PROGRAM PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
5. MEYAKINKAN PARA KLINISI TENTANG ADANYA MASALAH YANG MEMERLUKAN PENANGGULANGAN
6. MEMENUHI ESTÁNDAR PELAYANAN RUMAH SAKIT (SEBAGAI SATU TOLOK UKUR AKRIDITASI)
JENIS SURVEILANS INFEKSI NOSOKOMIAL
1. SURVEILANS KOMPREHENSIF
2. SURVEILANS SELEKTIF
3. SURVEILANS I.N DENGAN SASARAN KHUSUS
4. SURVEILANS I.N TERBATAS DAN PERIODIK
5. SURVEILANS I.N PASCA RAWAT
PENERAPAN
1. IDENTIFIKASI I.N YG AKAN DIAMATI RUTIN MELALUI KEGIATAN SURVEILANS
- LAPORAN PERSONIL RS
- PENGALAMAN RS LAIN
- TINJAUAN LITERATUR
- MELAKUKAN KAJIAN ATAU PENGUMPULAN DATA DASAR
2. PERENCANAAN PENGUMPULAN DATA
- MENENTUKAN JENIS SURVEYLAN YG AKAN DILAKSANAKAN
- MENETAPKAN DEFINISI INFEKSI NOSOKOMIAL
- MENETAPKAN DATA SPESIFIK YG AKAN DIKUMPULKAN
- MENENTUKAN KAPAN DATA DIKUMPULKAN
- MENENTUKAN SIAPA PENGUMPUL DATA
3. PENGUMPULAN DATA
- SUMBER DATA
- LAPORAN LAB
- CATATAN/STATUS PASIEN
- KUNJUNGAN PASIEN
- LAPORAN PERSONIL RS
- IDENTIFIKASI INFEKSI NOSOKOMIAL
- DESIMINASI INFORMASI I N
- SIAPKAN BUKU PEDOMAN I.N
- SIAPKAN SEMUA FORMULIR
- LAKUKAN KUNJUNGAN RUANGAN
- CARI INDIKASI ADANYA I. N
- CATAT PADA DAFTAR ISIAN BILA ADA PENDERITA I. N
-
4. PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
PENGOLAHAN DATA
TUJUAN
MEMBERI INFORMASI YG BERGUNA BAGI STRATEGI PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
SARANA
KOMPUTER
MANUAL
PEMINDAHAN DATA KE DAFTAR TABULASI
CONTOH
RUMAH SAKIT “ XX “
RUANG : BEDAH BULAN : DESEMBER 2005
JUMLAH PASIEN KELUAR : 200 ORANG
RUANG PERAWATAN JUMLAH
LIDI ABSOLUT
ILO IIIII IIIII IIIII I 16
ISK IIIII III 8
PNEUMONIA III 3
BAKTERIEMIA 0
FLEBITIS IIII 5
LAIN-LAIN 0
TOTAL 32
MENGHITUNG BESAR MASALAH INFEKSI NOSOKOMIAL
TOTAL INSIDEN RATE = 32/200 X 100 % = 16 %
INSIDENT RATE SPESIFIK
JUMLAH ORG MENGGUNAKAN KATETER = 20 ORANG
ISK = 8/32 X 20 X 100 % = 5 %
PROPORSI INFEKSI NOSOKOMIAL MENURUT JENIS
ILO = 16/32 = 50 %
ISK = 8/32 = 25 %
PNEUMONIA = 3/32 = 0,9 %
FLEBITIS = 5/32 = 1,3 %
PENYAJIAN DATA
- TABEL
- DIAGRAM BALOK
- DIAGRAM PIE
5. ANALISIS DAN INTERPRESTASI DATA
TUJUAN :
MENDAPATKAN INFORMASI APAKAH ADA MASALAH INFEKSI NOSOKOMIAL YG MEMERLUKAN PENANGGULANGAN ATAU INVESTIGASI LEBIH LANJUT
CARANYA :
- MEMBANDINGKAN INSIDEN TIAP BULAN DAN DILIHAT TRENDNYA
- IDENTIFIKASI MASALAH DLM PELAKSANAAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
6. PEMBUATAN LAPORAN & REKOMENDASI TINDAK LANJUT
Langganan:
Postingan (Atom)
