Rabu, 25 November 2009

HEPATITIS

Penyakit hepatitis umumnya muncul ditandai dengan rasa mual, muntah-muntah, demam, perasaan lemah, dan hilang nafsu makan. Hati terasa nyeri apabila diraba atau disentuh dari luar. Hal ini umumnya berlangsung selama 10 hari sampai 2 minggu. Dalam beberapa kasus, limpa menjadi besar dan sering merasa gatal hebat di kulit. Cairan empedu mungkin akan terlihat di dalam air seni, terutama selama tahap awal timbulnya penyakit ini. Kadang-kadang penderita juga menderita diare. Gejala hepatitis tidak tergantung kepada penyebabnya dan sangat bervariasi, dari yang tanpa gejala sampai gejala yang berat sekali. Terkadang penderita hepatitis berat, gejala yang dikeluhkan sangat minim sekali.
1. Gejala Hepatitis A
Sering kali tidak ada bagi anak kecil; demam tiba-tiba, hilang nafu makan, mual, muntah, penyakit kuning (Kulit dan mata menjadi kuning), air kencing berwarna tua, tinja pucat.

2. Gejala Hepatitis B
Pada umumnya, gejala hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah 1 minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.
Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh kuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah, maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal diatas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepattis B kronis.
3. Gejala Hepatitis C
Biasanya orang-orang yang menderita penyakit hepatitis C tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit ini, karena memang tidak ada gejala-gejala khusus. Malah beberapa orang berpikir kalau mereka hanya terserang flu. Gejala yang biasa mereka rasakan antara lain demam, rasa lelah, muntah, sakit kepala, sakit perut, atau hilangnya nafsu makan.
4. Gejala Hepatitis D
Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

5. Gejala Hepatitis E
Gejala hepatitis D mirip gejala hepatitis A, yaitu demam pegal linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri (self-limited), kecuali bila terjadi pada kehamilan, khusunya trisemester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feses.
6. Gejala Hepatitis F
Gejala baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit yang terpisah hepatitis F.
7. Gejala Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfuse darah jarum suntik.
(www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/03/26/nrs)

C. PENULARAN DAN RESERVOIR HEPATITIS
Hepatitis dapat masuk ke dalam tubuh, terutama melalui makanan atau air yang dikotori oleh virus, tertular akibat transfusi darah maupun melalui pemakaian alat-alat yang tidak steril di rumah sakit. Hepatitis merupakan
penyakit yang lebih sering menjangkiti anak muda. Tempat tinggal yang sesak, kebersihan yang tidak terjamin dan kurangnya makanan sehat sangat memegang peranan dalam menyebabkan timbulnya penyakit ini.
1. Penularan Hepatitis A
Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses pasien, misalnya makana buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang pada prosesnya terkontaminasi.
2. Penularan Hepatitis B
Penularannya dapat terjadi lewat jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfuse darah dan gigitan manusia. Hepatitis B sangat beresiko bagi pecandu narkotika dan orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Hepatitis B menular melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, air liur yang terinveksi virus. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah, dan gigitan manusia. Dapat juga melalui hubungan sex dengan orang yang terinfeksi. Namun, Hepatitis B tidak menular melalui air, menggunakan peralatan rumah tangga atau makan bersama, uap nafas, berpelukan, berciuman, batuk, bersin, atau sentuhan fisik.
3. Penularan Hepatitis C
Hepatitis C ditularkan melalui kontak sexual, penggunaan obat-obatan dengan jarum, bahkan pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan orang yang telah terinfeksi. Para pakar yakin, kemungkinan ada factor resiko lain yang memerlukan studi lebih lanjut, seperti penggunaan tato atau menusuk tubuh dalam lingkungan yang tidak bersih.
4. Penularan Hepatitis D
Penularan melalui hubungan sexsual, jarum suntik dan transfuse darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala ringan atau amat progresif.
5. Penularan Hepatitis E
Penularan melalui air yang terkontaminasi feses.
6. Penularan Hepatitis G
Penularan melalui transfuse darah jarum suntik.

D. KERENTANAN DAN KEKEBALAN PENJAMU
1. Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning, dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
2. Hepatitis B
Seperti juga jenis hepatitis yang lain, virus hepatitis B dapat menyerang segala umur. Bahkan jika anda manusia dewasa yang sangat fit dan memiliki pola hidup sehat.
3. Hepatitis C
Kebanyakan kasus baru terjadi pada orang dewasa beruia muda, antara 25-40 tahun. Kecuali pasien sendiri meminta dilakukannya tes darah sederhana untuk memeriksa apakah muncul anti bodi yang menjadi petunjuk adanya infeksi ini, hepatitis C dapat tetap tidak ketahuan selama bertahun-tahun.
4. Hepatitis D
Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
E. CARA PEMBERANTASAN HEPATITIS
Virus yang menyebabkan penyakit ini berada dalam cairan tubuh manusia yang sewaktu-waktu bias ditularkan ke orang lain. Memang sebagian orang yang terinfeksi virus ini bias embuh dengan sendirinya, namun demikian virus ini akan menetap dalam tubuh seumur hidup. Adapun upaya pemberantasan virus hepatitis dapat dilakukan beberapa cara antara lain:
1. Memberikan imunisasi agar kebal terhadap virus hepatitis
2. Memberikan pengobatan kepada penderita baik obat tradisional maupun obat kimia.
3. Penyakit hepatitis disebabkan juga oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh dengan perantara makanan atau air yang tercemar. Untuk pemberantasan menjaga kebersihan makanan atau air yang digunakan dan selalu mencuci tangan.
4. Menghindari penggunaan obat-obatan dengan jarum, bahkan pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan orang-orang yang telah terinfeksi serta hubungan sexsual secara bebas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar